Perbandingan Sistem Administrasi Negara

Standard

Program Layanan Pendidikan Di Negara Korea Utara
Profil Administrasi
Pengertian
Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi : catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan ketik-mengetikm agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna. Pengetian Administari menurut para ahli :
• Menurut ULBERT
Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha.
• Menurut WH EVANS
Administrasi adalah fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.
• Menurut ARTHUR GRAGER
Administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi.
• Menurut WILLIAM LEFFINGWELL dan EDWIN ROBINSON
Administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan dimana pekerjaan itu harus dilakukan.

• Menurut GEORGE TERRY
Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Ciri-Ciri Administrasi :
1. Adanya kelompok manusia yang terdiri atas 2 orang atau lebih.
2. Adanya kerjasama
3. Adanya proses/usaha
4. Adanya bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan
5. Adanya tujuan
Sejarah perkembangan administrasi
Fase prasejarah
Dari segi waktu dan tempat fase prasejarah yang berakhir pada tahun 1 M dapat dibagi menjadi:
1. Peradaban Mesopotamia
2. Peradaban Babilonia
3. Mesir kuno
4. Tiongkok kuno
5. Romawi kuno
6. Yunani kuno
Fase sejarah
Gereja katholik Roma mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan teori administrasi dan manajemen. Ada tiga kelompok sarjana berbeda namun memiliki pandangan yang secara garis besarnya sama, yaitu :
1. Kelompok Kameralisten di Jerman dan Austria
2. Kelompok Merkantilizen di Inggris
3. Kelompok Fisiokraten di Perancis
Fase modern
Fase modern ditandai dengan oleh lahirnya Gerakan Manajemen Ilmiah yang dipelopori oleh Frederick W. Taylor pada tahun 1886 di Amerika Serikat.
Tahap perkembangan ilmu administrasi
1. Tahap survival (1886 – 1930)
2. Tahap konsolidasi dan penyempurnaan (1930 – 1945)
3. Tahap “human relation” (1945 – 1959)
4. Tahap behaviouralisme (1959 – sekarang)
Jenis
1. Administrasi publik
2. Administrasi lingkungan hidup
3. Administrasi negara
4. Administrasi niaga
5. Administrasi pembangunan
6. Administrasi kependudukan
7. Administrasi keuangan
8. Administrasi pendidikan
Mengapa Administrasi dibutuhkan
Administrasi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial bahwa dia tidak dapat berdiri sendiri tapi harus melakukan kerja sama dengan orang lain yang mempunyai ide dan tujuan yang sama, dengan melakukan administrasi maka tujuan tersebut akan tercapai.
Administrasi sebagai Seni, Ilmu, dan Profesi
Administrasi sebagai seni artinya bagaimana menerapkan knowledge (science) dengan menggunakan kemahiran, keterampilan, dan pengalaman yang dilakukan oleh para administrator (top, middle, lower) dengan melalui peraturan ataupun kebijakan dalam kegiatan kerja sama dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Administrasi sebagai Ilmu artinya administrasi merupakan hasil penyelidikan secara kritis atas pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh ilmuwan, baik secara empiris maupun transidental terhadap ilmu administrasi dan administrasi adalah disiplin ilmu yang dapat mengantar para ilmuwan administrasi untuk berpikir kritis, rasional, obyektif, efisien, dan efektif.
Administrasi sebagai profesi meruapakan suatu jenis lapangan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam administrasi yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang ketat. Oleh karena itu seorang administrator atau manajer adalah professional yang spesialis, dididik dan dilatih dalam lapangan pengetahuan administrasi.

Republik Demokratik Rakyat Korea
조선민주주의인민공화국
朝鮮民主主義人民共和國
ChosŏnMinjujuŭiInminKonghwaguk

Bendera Lambang
Motto : 강성대국強盛大國 (“Negara MakmurdanKuat”)
Lagu Kebangsaan : Aegukka (애국가/愛國歌) (“Lagu Patriotis”)
Gambar Letak Negara Korea Utara
Ibukota : Pyongyang (39°2′LU 125°45′BT)
Bahasa : Korea
Demonim : Bangsa Korea, Bangsa Korea Utara
Pemerintahan : Republik Sosialis, Komunis, Juche
 Presiden Abadi : Kim II Sung (sudah wafat)
 Pemimpin Tertinggi : Kim Jong-un
 Ketua Komisi Pertahanan : Kim Jong-un
 Ketua Presidium : Kim Yong-nam
 Kepala Pemerintahan : Choe Yong-rim
Legislatif : Majelis Tertinggi Rakyat
Pembentukan Negara
 Pernyataan Kemerdekaan : 1 Maret 1919
 Pembebasan : 15 Agustus 1945
 Deklarasi Resmi : 9 September 1948
Luas
 Total : 120.540 km2
 Air (%) : 4,87
Penduduk : 23.906.000
Kepadatan : 198,3/km2
PDB (KKB) Perkiraan Tahun 2009
 Total : $40 miliar
 Per kapita : $1.900
PDB (nominal) Perkiraan Tahun 2009
 Total : $28.2 miliar
 Per kapita : $1.244
Mata Uang : Won (₩)
Zona Waktu : Korea Standard Time (UTC+9)
Agama : Tidak beragama (64,31%) Sebagian Besar
Lajur Kemudi : Kanan
Kode Telepon : 850

Korea Utara, secara resmi disebut Republik Demokratik Rakyat Korea (Hangul: 조선민주주의인민공화국, Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk) adalah sebuah negara di Asia Timur, yang meliputi sebagian utara Semenanjung Korea. Ibu kota dan kota terbesarnya adalah Pyongyang. Zona Demiliterisasi Korea menjadi batas antara Korea Utara dan Korea Selatan. Sungai Amnok dan Sungai Tumen membentuk perbatasan antara Korea Utara dan Republik Rakyat Cina. Sebagian dari Sungai Tumen di timur laut merupakan perbatasan dengan Rusia. Penduduk setempat menyebut negara ini Pukchosŏn (북조선, “Chosŏn Utara”).
Semenanjung Korea diperintah oleh Kekaisaran Korea hingga dianeksasi oleh Jepang setelah Perang Rusia-Jepang tahun 1905. Setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, Korea dibagi menjadi wilayah pendudukan Soviet dan Amerika Serikat. Korea Utara menolak ikut serta dalam pemilihan umum yang diawasi PBB yang diselenggarakan di selatan pada 1948, yang mengarah kepada pembentukan dua pemerintahan Korea yang terpisah oleh zone demiliterisasi. Baik Korea Utara maupun Korea Selatan kedua-duanya mengklaim kedaulatan di atas seluruh semenanjung, yang berujung kepada Perang Korea tahun 1950. Sebuah gencatan senjata pada 1953 mengakhiri pertempuran; namun kedua negara secara resmi masih berada dalam status perang, karena perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani. Kedua negara diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1991. Pada 26 Mei 2009, Korea Utara secara sepihak menarik diri dari gencatan senjata.
Korea Utara termasuk dalam negara satu-partai di bawah front penyatuan yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea. Pemerintahan negara mengikuti ideologi Juche, yang digagas oleh Kim Il-sung, mantan pemimpin negara ini. Juche menjadi ideologi resmi negara ketika negara ini mengadopsi konstitusi baru pada 1972, kendati Kim Il-sung telah menggunakannya untuk membentuk kebijakan sejak sekurang-kurangnya awal tahun 1955. Sementara resminya sebagai republiksosialis, Korea Utara dipandang oleh sebagian besar negara sebagai negara kediktatorantotaliterstalinis. Setelah kematian Kim Jong-il pada tanggal 19 Desember 2011, diperkirakan pemimpin Korea Utara berikutnya adalah Kim Jong-un, anak termuda Kim Jong-il.

Pembagian Administratif
Korea Utara dibagi di bagi menurut Provinsi
Nama Hangul Hanja
Kota yang dikelola langsung oleh pusat (Chikhalsi)
1 Pyongyang 평양직할시 平壤直轄市
Daerah Administratif Khusus (T’ŭkpyŏlHaengjŏnggu)
2 Daerah Industri Kaesong 개성공업지구 開城工業地區
3 Daerah Pariwisata Kumgangsan 금강산관광지구 金剛山觀光地區
4 Daerah Administratif Khusus Sinuiju 신의주특별행정구 新義州特別行政區
Provinsi
5 Pyongan Selatan 평안남도 平安南道
6 Pyongan Utara 평안북도 平安北道
7 Chagang 자강도 慈江道
8 Hwanghae Selatan 황해남도 黃海南道
9 Hwanghae Utara 황해북도 黃海北道
10 Kangwon 강원도 江原道
11 Hamgyong Selatan 함경남도 咸鏡南道
12 Hamgyong Utara 함경북도 咸鏡北道
13 Ryanggang* 량강도 兩江道
* – Seringkalidialihaksarakansebagai “Yanggang”.

Kota-kota Besar
1 Pyongyang 2 Anju
3 Hamhung 4 Haeju
5 Chongjin 6 Kanggye
7 Nampo 8 Kimchaek
9 Sinuiju 10 Hyesan
11 Wonsan 12 Kaesong
13 Pyongsong 14 Songrim
15 Sariwon 16 Hoeryong

Pemerintah dan politik
Korea Utara adalah negara yang menyatakan secara sepihak sebagai negara Juche (percaya dan bergantung kepada kekuatan sendiri). Pemujaan kepribadian terhadap Kim Il-sung dan Kim Jong-il dilakukan secara terorganisir. Setelah mangkatnya Kim Il-sung pada 1994, ia tidak digantikan melainkan memperoleh gelar “Presiden Abadi”, dan dikuburkan di Istana Memorial Kumsusan di Pyongyang pusat.
Meski kedudukan presiden dipegang oleh Kim Il-sung yang telah meninggal, kepala negara de facto adalah Kim Jong-un,yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara. Badan legislatif Korea Utara adalah Majelis Tertinggi Rakyat, kini diketuai oleh Kim Yong-nam. Tokoh pemerintahan senior lainnya adalah Kepala PemerintahanKim Yong-il.
Korea Utara adalah negara yang menganut sistem satu partai. Partai yang memerintah adalah Front Demokratik untuk Reunifikasi Tanah Air, sebuah koalisi Partai Buruh Korea dan dua partai kecil lainnya, Partai Demokratik Sosial Korea dan Partai Chongu Chondois. Partai-partai ini mengajukan semua calon untuk menempati posisi pemerintahan dan memegang semua kursi di Majelis Tertinggi Rakyat.
Pada Juni 2009, dilaporkan oleh sebuah media Korea Selatan bahwa terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa pemimpin Korea Utara berikutnya adalah Kim Jong-un, putera termuda Kim Jong-il (Kim Jong-il memiliki tiga putera).
Pendidikan Di Korea Utara

Seorang bocah perempuan pelajar di dalam sebuah sekolah di Mangyongdae
Pendidikan di Korea Utara dikendalikan oleh pemerintah dan wajib sampai jenjang menengah pertama. Pendidikan di Korea Utara gratis, dan negara menyediakan bagi para siswa tidak hanya fasilitas pengajaran dan pendidikan gratis, tetapi juga seragam dan buku panduan. Heuristika secara aktif diterapkan untuk membangun kemandirian dan kekreatifan para siswa. Pendidikan wajib berlangsung sebelas tahun, dan melewati satu tahun jenjang pra-sekolah, empat tahun pendidikan dasar dan enam tahun pendidikan menengah. Kurikulum sekolah di Korea Utara terdiri dari pokok-pokok bahasan akademik dan politik. Sekolah dasar dikenal sebagai sekolah rakyat dan anak-anak belajar di sekolah ini pada umur 6-9 tahun. Mereka kemudian melanjutkan ke sekolah lanjutan umum atau sekolah lanjutan kejuruan, bergantung pada kemampuan masing-masing. Mereka memasuki sekolah lanjutan pada usia sepuluh tahun dan menyudahinya pada umur 16 tahun.
Pendidikan tinggi tidaklah wajib di Korea Utara. Tahapan ini terdiri dari dua sistem: pendidikan tinggi akademik dan pendidikan tinggi untuk pendidikan berlanjut. Sistem pendidikan tinggi akademik meliputi tiga jenis lembaga: universitas, sekolah profesional, dan sekolah teknik. Tahap pascasarjana untuk magister dan doktoral diserahkan kepada universitas bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya. Dua universitas ternama di Korea Utara adalah Universitas Kim Il-sung dan Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, kedua-duanya di Pyongyang. Korea Utara adalah salah satu negara yang paling melek huruf di dunia, dengan proporsi 99%.

Sejarah Pendidikan di Korea Utara
Pendidikan formal telah memainkan peran sentral dalam pembangunan sosial dan budaya dari kedua Korea tradisional dan kontemporer Korea Utara. Selama Dinasti Chosn, istana mendirikan sistem sekolah yang mengajarkan mata pelajaran Konghucu di provinsi maupun di empat sekolah menengah pusat di ibukota. Tidak ada sistem yang didukung negara pendidikan dasar. Selama abad kelima belas, sekolah yang didukung negara menurun dalam kualitas dan digantikan dalam penting oleh akademi swasta, swn tersebut, pusat dari kebangkitan neo-Konfusianisme pada abad keenam belas. Pendidikan tinggi diberikan oleh Snggyungwan, universitas nasional Konfusianisme, di Seoul. Pendaftaran hanya sebatas 200 siswa yang telah lulus ujian pelayanan sipil yang lebih rendah dan sedang mempersiapkan ujian tertinggi.
Akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh menyaksikan perubahan pendidikan utama. Swn itu dihapuskan oleh pemerintah pusat. Misionaris Kristen mendirikan sekolah modern yang mengajarkan kurikulum Barat. Di antara mereka adalah sekolah pertama bagi perempuan, Universitas Ehwa Wanita, yang didirikan oleh misionaris Amerika Methodist sebagai sebuah sekolah dasar di Seoul pada tahun 1886. Selama tahun-tahun terakhir dari dinasti, sebanyak 3.000 sekolah swasta yang mengajarkan mata pelajaran modern untuk kedua jenis kelamin yang didirikan oleh misionaris dan lain-lain. Sebagian besar sekolah ini terkonsentrasi di bagian utara negara itu. Setelah Jepang menduduki Korea pada tahun 1910, rezim kolonial membentuk sistem pendidikan dengan dua tujuan: untuk memberikan Korea pendidikan minimal dirancang untuk melatih mereka untuk peran bawahan dalam ekonomi modern dan membuat mereka subyek setia kaisar, dan untuk menyediakan kualitas yang lebih tinggi pendidikan bagi ekspatriat Jepang yang telah menetap dalam jumlah besar di Semenanjung Korea. Orang Jepang menginvestasikan lebih banyak sumber daya di kedua, dan kesempatan bagi Korea sangat terbatas. Pada tahun 1930 hanya 12,2 persen dari anak-anak Korea berusia tujuh hingga empat belas bersekolah. Sebuah perguruan tinggi negeri meniru Tokyo Imperial University didirikan di Seoul pada tahun 1923, namun jumlah warga Korea diizinkan untuk belajar tidak pernah melebihi 40 persen dari penerimaan siswa, sisa mahasiswa adalah Jepang. Perguruan tinggi swasta, termasuk yang didirikan oleh misionaris seperti Sungsil College P’yongyang dan Chosun Christian College di Seoul, memberikan kesempatan lain bagi warga Korea menginginkan pendidikan tinggi.
Setelah pembentukan Korea Utara, sebuah sistem pendidikan model sebagian besar pada itu dari Uni Soviet didirikan. Sistem ini menghadapi hambatan serius. Menurut sumber Korea Utara, pada saat pendirian Korea Utara, dua-pertiga dari anak usia sekolah tidak bersekolah dasar, dan kebanyakan orang dewasa, yang jumlahnya 2,3 juta, buta huruf. Pada tahun 1950 pendidikan dasar menjadi wajib. Pecahnya Perang Korea, namun tertunda pencapaian tujuan ini, pendidikan dasar universal tidak tercapai sampai 1956. Pada tahun 1958 sumber Korea Utara menyatakan bahwa pendidikan dasar dan menengah wajib tujuh tahun telah dilaksanakan. Pada tahun 1959 “dibiayai negara pendidikan universal” diperkenalkan di semua sekolah, tidak hanya fasilitas pengajaran dan pendidikan, tetapi juga buku-buku pelajaran, seragam, dan kamar dan diberikan kepada pelajar tanpa biaya. Pada 1967 sembilan tahun pendidikan menjadi wajib. Pada tahun 1975 sistem pendidikan sebelas tahun wajib, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah dan sepuluh tahun pendidikan dasar dan menengah, dilaksanakan, sistem yang masih berlaku pada 1993. Menurut pidato 1983 yang diberikan oleh Kim Il Sung ke menteri pendidikan negara-negara nonblok di P’yongyang, universal, pendidikan tinggi wajib itu harus diperkenalkan “dalam waktu dekat.” Pada saat itu, siswa tidak memiliki biaya sekolah, negara membayar biaya pendidikan hampir setengah dari penduduk Korea Utara dari 18,9 juta.
Struktur Pendidikan
Sistem pendidikan di Korea Utara terdiri dari tiga jenis yaitu jenis pendidikan umum dan dua jenis lainnya pendidikan lanjutan untuk tujuan tertentu. Sistem pendidikan ini masih dimulai pada masa reformasi tahun 1975 yang merupakan kebijakan partai besar. Jenjang pendidikan terdiri atas pre-primary education, secondary education, higher education. Jalur pendidikan adalah formal dan non-formal. Primary education terdiri atas pre-primary education yang mempunyai dua yang dimulai pada usia 4 selama 1 tahun, elementary school pada usia 6-9 tahun selama 4 tahun. Semua anak usia sekolah usia 5-16 tahun.
Struktur sistem pendidikan di Korea Utara terdiri dari lima sektor;
1. Pendidikan Pra sekolah
Pendidikan pra sekolah dimulai saat anak berusia 5 tahun dengan lama pendidikan selama 1 tahun dan akan dilanjutkan ke sekolah dasar. Anak-anak pada Pra-sekolah diajarkan tentang tatacara komunis, bermain, membaca tulisan-tulisan Kim Il Sung, mereka juga diharapkan untuk dapat menerima perasaan, feling, kelembutan. Mereka juga diajarkan cara berbicara, tatabahasa dan sikap.
2. Pendidikan Dasar
Di Korea Utara terdapat 9.530 sekolah dasar dan sekolah menengah. Di Korea Utara pendidikan dasar selama 4 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah Korea Utara terdapat 1.49 juta anak bersekolah di sekolah dasar. Kurikulum sekolah dasarnyayaitu terdapat keseimbangan antara akademik dan pendidikan politik. Adapun pelajaran akademik adalah; Bahasa Korea, Matematika, Pendidikan Olahraga, Menggambar dan musik serta lebih dari 8 % mempelajari kebesaran Kim Il Sung dan ajaran komunis.
3. Pendidikan Menengah
Pada sekolah menengah, subjek politik berorientasi kepada perpaduan kebesaran Kim Il Sung dan ajaran komunis sebagai kebijakan Partai Komunis yang hanya terdiri dari 5,8 % perintah. Buku pelajaran menggunakan bahasa Korea. Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah Korea Utara terdapat 2.66 juta pada sekolah menengah. Di Korea Utara pendidikan menengah selama 6 tahun yaitu kejuruan dan umum. Pemerintah mewajibkan Pendidikan wajib 11 tahun dan gratis.
4. Pendidikan tinggi(Higher Education,HE)
Di Korea Utara terdapat beberapa bentuk pendidikan tinggi, pertama, ada 3 universitas utama yaitu, Universitas Kim Il Sung, Universitas teknik Kim Ch’aek, dan Universitas Koryo Sungkyunkwan. Tetapi hanya Universitas Kim Il Sung yang mengadopsi pendidikan barat. Pendidikan di universitas dapat diselessaikan dalam waktu 4 – 5 tahun. Kedua, Sekolah tinggi adalah pendidikan tinggi khusus dibidang, industri, teknik mesin, teknik elektro, teknik arsitektur, transportasi, hubungan internasional, ekonomi rakyat, bahasa, kesehatan, parmasi, dan pertanian. Pendidikan ini juga bisa diselesaikan dalam waktu 4-5 tahun.
Ketiga, Institusi Pelatihan guru. Untuk dapat mengajar sekolah dasar harus menamatkan pendidikan/training selama 3 tahun, serta 4 tahun pendidikan untuk dapat mengajar sekolah menengah. Keempat, pendidikan tinggi yang berkaitan dengan pendirian industri, pertanian dan perikanan. Disamping itu juga ada juga diploma teknik otomatis, printing, rel kereta, perdagangan dan bahan bangunan.
5. Pendidikan Non-Formal
Di negara Korea Utara mengenal adanya wajib militer, maka rata-rata umur 22-24 tahun para remaja masih belum bisa menyelesaikan kuliahnya. Angka rata-rata pria Korea bisa menyandang gelar sarjana (S1) pada umur 27 tahun. Mengapa? Karena harus cuti kuliah dulu atau setelah lulus SMA langsung mengikuti wajib militer dulu sebelum meneruskan kuliah.
Sekolah di Korea Utara jam pengajarannya sangat panjang. Dari pagi sampai jam 9 malam sehingga sangat jarang pada hari biasa, bukan hari libur dan pada jam-jam kerja bisa menemui anak sekolah bisa berkeliaran di jalan-jalan atau mall tidak seperti halnya di negara kita.
Sisi positifnya selain tidak keluyuran di mall, juga angka kenakalan anak atau remaja Korea Utara seperti tawuran dan menggunakan narkoba sangat rendah. Karena waktunya banyak tersita untuk belajar setiap hari di sekolah. Waktu di luar jam sekolah amat pendek dan benar-benar untuk beristirahat di rumah.Dan Korea Utara juga sangat terkenal keras, disiplin dan benar-benar terstruktur kurikulum pendidikannya. Sehingga inilah salah satu faktor kunci kesuksesan negara Korea Utara hingga menjadi negara maju seperti sekarang ini. Dan bisa merancang teknologi canggih dengan menggunakan nuklir seperti sekarang ini.
Tujuan Pendidikan
Salah satu keputusan dewan nasional Korea Utara tahun 1948 adalah menyusun undang-undang pendidikan. Sehubungan dengan hal ini, maka tujuan pendidikan Korea Utara adalah untuk menanamkan pada setiap orang rasa identitas nasional dan penghargaan terhadap kedaulatan nasional; (menyempurnakan kepribadian setiap warga negara, mengemban cita-cita persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan berbuat untuk negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat manusia, dan menanamkan sifat patriotisme.
Manajemen Pendidikan
Kekuasaan dan kewenangan dilimpahkan kepada menteri pendidikan. Di daerah terdapat dewan pendidikan (board of education). Pada setiap provinsi dan daerah khusus, masing-masing dewan pendidikan terdiri dari tujuh orang anggota yang dipilih oleh daerah otonom, dari lima orang dipilih dan dua orang lainnya merupakan jabatan yang dipegang oleh walikota daerah khusus atau gubernur provinsi dan superintendent, dewan pendidikan diketuai oleh walikota atau gubernur.
Anggaran pendidikan Korea Utara berasal dari anggaran Negara, dengan total anggaran 18,9% dari Anggaran Negara. Pada tahun 1995 ada kebijakan wajib belajar 11 tahun, sehingga forsi anggaran terbesar diperuntukkan untuk ini, adapun sumber biaya pendidikan bersumber dari: GNP untuk pendidikan, pajak pendidikan, keuangan pendidikan daerah, dunia industri khusus bagi pendidikan kejuruan.
Tema Pendidikan dan Metode
Seperti di negara-negara komunis lainnya, politik datang pertama dalam sistem pendidikan. Dalam bukunya 1977 “Tesis Pendidikan Sosialis,” tulis Kim Il Sung bahwa “pendidikan politik dan ideologis adalah bagian paling penting dari pendidikan sosialis. Hanya melalui pendidikan politik dan ideologis yang tepat adalah mungkin untuk siswa belakang sebagai revolusioner, dilengkapi dengan revolusioner pandangan dunia dan kualitas ideologis dan moral seorang komunis. Dan hanya atas dasar pendidikan politik dan ideologis suara akan pendidikan masyarakat ilmiah dan teknologi dan budaya fisik menjadi sukses. ” Pendidikan adalah “pengalaman total” meliputi tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga “pendidikan sosial” ekstrakurikuler dan pendidikan orang dewasa kerja-studi. Menurut “Tesis Pendidikan Sosialis,” negara sosialis seharusnya tidak hanya mengatur dan melaksanakan program pendidikan yang komprehensif, menghilangkan kebutuhan untuk lembaga pendidikan swasta, tetapi harus juga “menjalankan pendidikan pada prinsip mendidik semua anggota masyarakat secara terus menerus – yang melanjutkan pendidikan dari semua anggota masyarakat sangat diperlukan untuk membangun sosialisme dan komunisme. “
Chuch’e adalah tema sentral dalam kebijakan pendidikan. Menurut Kim Il Sung, “dalam rangka membangun chuch’e dalam pendidikan, penekanan utama harus diletakkan pada hal-hal dari negeri kita sendiri dalam instruksi dan orang-orang harus diajarkan untuk mengetahui hal-hal mereka sendiri dengan baik.” Pada tahun 1983 pidatonya menteri pendidikan negara-negara nonblok, Kim juga menegaskan bahwa chuch’e dalam pendidikan adalah relevan untuk semua negara-negara Dunia Ketiga. Kim menegaskan bahwa meskipun “flunkeyism” harus dihindari, mungkin perlu untuk mengadopsi beberapa teknik dari negara maju.
Terkait erat dengan tema sentral dari chuch’e dalam pendidikan adalah “metode pengajaran heuristik” – sarana untuk mengembangkan kemandirian dan kreativitas mahasiswa dan reaksi terhadap penekanan Konfusianisme tradisional menghafal. “Heuristik memberikan siswa pemahaman tentang isi dari apa yang mereka diajarkan melalui berpikir positif mereka sendiri, sehingga sangat membantu untuk membangun kemandirian dan kreativitas.” Paksaan dan “menjejalkan” harus dihindari dalam mendukung “persuasi dan penjelasan,” khususnya di bidang pendidikan ideologis

KESIMPULAN :
Korea Utara merupakan Negara yang menjunjung tinggi pendidikan. Pendidikan yang dikendalikan oleh pemerintah ini wajib sampai jenjang menengah pertama. Pendidikan di Korea Utara gratis, dan negara menyediakan bagi para siswa tidak hanya fasilitas pengajaran dan pendidikan gratis, tetapi juga seragam dan buku panduan. Dimana struktur pendidikan di Korsul terdiri dari 5 tingkatan yaitu pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi dan pendidikan non-formal. Tujuan dari pendidikan di Korsul yaitu sesuai dengan undang-undang pendidikan yaitu untuk menanamkan pada setiap orang rasa identitas nasional dan penghargaan terhadap kedaulatan nasional; (menyempurnakan kepribadian setiap warga negara, mengemban cita-cita persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan berbuat untuk negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat manusia, dan menanamkan sifat patriotisme.
SARAN:
Dari layanan pendidikan di Korea Utara bisa mengikuti sedikit tentang metode atau cara dari pengajarannya dan sistemnya sangat baik. Pemerintah di Indonesia juga seharusnnya seperti pemerintah di Korea Utara yang lebih meentingkan nilai pendidikannya.

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_utara

http://countrystudies.us/north-korea/42.htm

Guza, Afnil. 2008. Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Asa Mandiri
Kamus Terbaru Bahasa Indonesia, Tim Reality Publisher, Surabaya, 2008.
Pengertian Dasar Administrasi, FKIP UNS
Wartiningsih Endah, Iis Mariam. 2010. Diktat: Pengantar Ilmu Administrasi. Depok: State Polytechnic of Jakarta

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s